Dengan kaum bln tertinggal hingga Piala Jurusan 2022 di Qatar dan kurang dari seminggu sejak pengundian Berlangsung perlakuan negara terhadap staf migran tetap di bawah pengawasan.

Menyembah sebuah arahan yang dirilis oleh Amnesty International pada hari Kamis, penjaga keamanan di Qatar, tercantum setengah yang bekerja pada proyek-proyek yang tergantung dengan Piala Bidang tahun ini, menjadi umpan keadaan kerja “yang setara dengan kerja paksa.”

Mengikuti wawancara dengan 34 satpam dan mantan satpam, seumumnya yakni staf migran, siaran termasuk mengklaim bahwa staf dari delapan perseroan swasta yang berbeda dengan cara terstruktur dipaksa bekerja 12 jam sehari, tujuh hari seminggu, dan Bila-bila saja bekerja selagi Berabad-abad tanpa upah. libur.

Ini terlepas dari Undang-undang dasar Qatar yang mengujarkan bahwa jam kerja wajar tidak boleh mengatasi delapan jam sehari dan bahwa staf harus menyabet hari istirahat rutin akhir pekan.

“Banyak pembela keamanan yang abdi ajak bicara tahu bahwa majikan mereka mencaring hukum lagi pula merasa tidak berdaya untuk menantang mereka,” kata Stephen Cockburn, Bos Keseimbangan Ekonomi dan Sosial Amnesty International.

“Kelelahan sebagai fisik dan emosional, orang upahan terus melapor untuk tugas di bawah peringatan aniaya moneter – atau lebih cacat lagi, pemutusan syarat atau deportasi.”

Dalam suatu pendapat pada hari Kamis, Komite Tertinggi Qatar untuk Pengiriman dan Pusaka (SC), yang bertanggung jawab untuk melangsungkan Piala Bagian mengeja telah Berjanji untuk mencagar Kebugaran keselamatan dan keamanan setiap pekerja yang terbawa-bawa dalam proyek resmi Piala Dunia FIFA. .”

Tetapi siaran Amnesty mengklaim SC dan badan sepak bola dunia FIFA sia-sia membikin “uji tuntas yang memadai” sebelum mengontrak maskapai swasta untuk Pasang Taruhan Piala Dunia 2022.

Para orang upahan yang diwawancarai dalam berita Terselip yang tidak disebutkan namanya oleh Amnesty untuk mempertahankan mereka dari pembalasan, mengungkapkan bahwa mereka tidak dikasih hari istirahat wajib dan dihukum sebagai moneter karena pelanggaran yang nyata seperti tidak memungut sebentuk mereka dengan benar atau mendaulat pos mereka untuk ke toilet.

Pemberitahuan itu juga merinci bagaimana para staf dikerahkan di luar dalam gegana panas yang diduga tanpa situs berlindung atau air minum, bagaimana akomodasi mereka penuh pengap dan tidak sehat, dan bagaimana orang upahan menjadi umpan stereotip rasial.

“Mereka Bersuara Situ orang Afrika, engkau boleh bekerja 12 jam karena anda Tahan kata seorang orang upahan seperti dikutip dalam pengumuman tersebut.

Piala Aspek akan terjadi pada 21 November dengan peperangan diadakan di delapan gelanggang yang baru dibangun di seluruh Qatar.

Temuan yang dirinci dalam pengumuman paling baru Amnesty bukanlah hal yang belum selesei terlaksana Pada awal mulanya Selama dekade terakhir, sejumlah pembenahan hak asasi sidang telah menuduh bahwa ribuan pekerja yang terjerumus dalam pembangunan stadion dan proyek infrastruktur di Qatar telah menjadi sasaran kebuasan kegairahan kerja dan pelanggaran hak asasi manusia.

Rumah Qatar dengan kaku menentang tuduhan pelanggaran hak-hak karyawan dan negara tertulis baru-baru ini menerapkan kebijaksanaan untuk mereformasi struktur daya kerjanya, yang menangkap pembongkaran cara pemberi negara, yang dikenal selaku kafala, dan memperkenalkan upah minimum non-diskriminatif sebesar $275 per bulan yang valid untuk staf migran dan staf rumah tangga.

Menanggapi pengumuman Amnesty, SC mengujarkan Mengambil setiap gerak-gerik yang mungkin untuk tentukan bahwa karyawan di proyek aku dilindungi dan hak-hak mereka ditegakkan.”

Dikatakan juga bahwa tiga maskapai ditemukan tidak menyetujui Standar Kesejahteraan Pekerjanya “di sebanyak bidang” selagi Piala Aspek Klub FIFA 2020 dan Piala Arab FIFA 2021.

“Pelanggaran-pelanggaran ini Sepenuh hati tidak dapat di terima dan mempersiapkan berbagai gerak-gerik diberlakukan, tersimpul mendatangkan kontraktor dalam daftar supervisi atau daftar hitam untuk menghindari mereka melunasi proyek-proyek era depan – termuat Piala Bidang FIFA – sebelum mengutuskan kontraktor tertulis ke Kementerian Pekerja [MoL] untuk penyelidikan lebih lanjut dan telatah Ketentuan ”kata SC dalam sebuah pernyataan.

Ia menyuntikkan bahwa, hingga saat ini, 391 kontraktor telah dilaporkan ke Kementerian Penjagaan dan 50 telah diblokir oleh Kementerian Kubu untuk ditempatkan pada proyek-proyek SC.

Dalam suatu misal yang dikirim ke CNN, FIFA mengisahkan “tidak menyabet penyalahgunaan buruh oleh perseroan yang terjerumus dalam persiapan dan pengiriman Piala Bagian FIFA 2022.”

Dikatakan bahwa Cara yang kukuh dari pengecekan dan penegakan sebelum dan sehabis Sewa telah diberlakukan untuk lokasi konstruksi dan perusahaan yang merancang layanan untuk Piala Dunia.

Awak memperhatikan tingkat keharusan dan kolaborasi yang baik oleh banyak perseroan jasa dan program tertera kini telah membongkar manfaat nyata bagi ribuan Karyawan tambah aforisme FIFA.

“Pada saat yang Serupa ana tampik untuk bekerja dengan industri yang mubazir mempertontonkan pekerjaan untuk memenuhi standar Piala Dunia FIFA dan tidak menarik diri dari mematuk tindak-tanduk tegas untuk kongsi tercatat bekerja sama dengan Kementerian Spirit Kerja.”